Rabu, 19 Desember 2012

Bahaya Memandikan Bayi Yang Baru Lahir


Memandikan bayi yang baru lahir seakan sudah menjadi kebiasaan di berbagai masyarakat dunia. Ternyata kebiasaan ini bertentangan dengan fakta dari penelitain mengenai hal ini seperti yang akan kami jelaskan berikut. Memandikan bayi yang baru lahir ternyata dapat berpotensi menimbulkan bahaya bagi si bayi karena ia belum bisa menyesuaikan diri dengan kondisi diluar kandungan ibunya. Jika tiba-tiba tubuhnya basah oleh air mandi, kemudian air tersebut berubah menjadi dingin di tubuhnya maka suhu dingin itu akan mengambil suhu panas dari tubuhnya. Akibatnya, si bayi akan mengalami penurunan suhu tubuh dalam waktu yang relatif cepat.

Selanjutnya, jika si bayi yang baru lahir mengalami kehilangann suhu tubuh, maka darah yang mengalir dan membawa oksigen ke seluruh tubuhnya akan berkurang. Akibatnya kulit, tangan, kaki, dan wajahnya tampak kebiruan-biruan. Akibat selanjutnya cukup fatal, karena kekurangan oksigen itu pula, maka sel-sel di daerah otak yang dikenal sangat sensitif. Bisa dibayangkan, apa yang terjadi pada si bayi kelak jika sel-sel otaknya telah mengalami kerusakan, hanya beberapa saat setelah ia dilahirkan.
Mestinya, segera setelah lahir si bayi yang basah oleh darah, lendir, mekonium, dan air ketuban, cukup dikeringkan dengan menggunakan handuk kering yang halus dan bersih agar si bayi tidak kedinginan, sembari memberi sentuhan mirip pijatan halus.

Supaya si bayi tidak kehilangan suhu tubuh, jagalah agar dia tetap hangat, yaitu dengan cara mendekapkan bayi pada dada ibunya dan berikanlah Air Susu Ibu (ASI) untuk yang pertama kalinya. Usahakan juga untuk tidak mene3mpatkan bayi di dekat atau di atas benda yang bersifat dingin. Pada saat menimbang berat badan misalnya, sebaiknya si bayi tetap dibungkus dengan kain kering. Untuk mendapatkan angka timbang objektif, kurangilah beratnya dengan kain pembungkus tadi. Hindari juga ruangan yang ada hembusan angin atau ber-AC.

Mandikan bayi minimal 6 jam setelah lahir, atau sampai suhu tubuhnya stabil. Sementara, untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah, tentu diperlukan adanya perlakuan yang lebih hati-hati. Untuk itulah, para calon orang tua hendaknya memahami tentang hal ini. Penundaan memandikan bayi yang baru lahir, merupakan tindakan medis yang justru akan menyelamatkan jiwa raga si bayi, serta akan membawa kebaikan baginya.

Memandikan bayi yang baru lahir seolah menjadi prosedur tetap, karena bayi dianggap kotor lantaran berlumur darah, lendir, mkonium (kotoran bayi, berwarna hitam kental), dan air ketuban.apalagi jika kulit bayi juga diselimuti lemak berwarna putih (vernix casiosa) yang tampak menjijikkan sehingga harus dibersihkan dengan kapas yang yang telah diberi minyak asli dari kelapa. Tuntutan serupa juga kadang datang dari pihak keluarga. Terutama kaum muslim yang biasanya ingin segera mengumandangkan adzan di telinga bayi, untuk itu bayi harus berada dalam keadaan suci dari beragam kotoran, dalam hal ini memandikan bayi adalah identik denganritual wudhu. Padahal sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya hal ini sangat berbahaya bagi si bayi.

Semoga tulisasn singkat ini bermanfaat, terimakasih.
______________________________________________
Sumber: Mustava Wijayakusuma, Mukjizat Air Putih Untuk Kesehatan Dan Kecantikan, Cet I, (Yogyakarta: DATAMEDIA, 2009), p. 54-56.

Tidak ada komentar: