Memandikan bayi yang baru lahir seakan sudah menjadi
kebiasaan di berbagai masyarakat dunia. Ternyata kebiasaan ini bertentangan
dengan fakta dari penelitain mengenai hal ini seperti yang akan kami jelaskan
berikut. Memandikan bayi yang baru lahir ternyata dapat berpotensi menimbulkan
bahaya bagi si bayi karena ia belum bisa menyesuaikan diri dengan kondisi
diluar kandungan ibunya. Jika tiba-tiba tubuhnya basah oleh air mandi, kemudian
air tersebut berubah menjadi dingin di tubuhnya maka suhu dingin itu akan
mengambil suhu panas dari tubuhnya. Akibatnya, si bayi akan mengalami penurunan
suhu tubuh dalam waktu yang relatif cepat.
Selanjutnya, jika si bayi yang baru lahir mengalami
kehilangann suhu tubuh, maka darah yang mengalir dan membawa oksigen ke seluruh
tubuhnya akan berkurang. Akibatnya kulit, tangan, kaki, dan wajahnya tampak
kebiruan-biruan. Akibat selanjutnya cukup fatal, karena kekurangan oksigen itu
pula, maka sel-sel di daerah otak yang dikenal sangat sensitif. Bisa dibayangkan,
apa yang terjadi pada si bayi kelak jika sel-sel otaknya telah mengalami
kerusakan, hanya beberapa saat setelah ia dilahirkan.
Mestinya, segera setelah lahir si bayi yang basah oleh
darah, lendir, mekonium, dan air ketuban, cukup dikeringkan dengan menggunakan
handuk kering yang halus dan bersih agar si bayi tidak kedinginan, sembari
memberi sentuhan mirip pijatan halus.
Supaya si bayi tidak kehilangan suhu tubuh, jagalah agar dia
tetap hangat, yaitu dengan cara mendekapkan bayi pada dada ibunya dan berikanlah
Air Susu Ibu (ASI) untuk yang pertama kalinya. Usahakan juga untuk tidak
mene3mpatkan bayi di dekat atau di atas benda yang bersifat dingin. Pada saat menimbang
berat badan misalnya, sebaiknya si bayi tetap dibungkus dengan kain kering. Untuk
mendapatkan angka timbang objektif, kurangilah beratnya dengan kain pembungkus
tadi. Hindari juga ruangan yang ada hembusan angin atau ber-AC.
Mandikan bayi minimal 6 jam setelah lahir, atau sampai suhu tubuhnya
stabil. Sementara, untuk bayi yang lahir dengan berat badan rendah, tentu
diperlukan adanya perlakuan yang lebih hati-hati. Untuk itulah, para calon orang
tua hendaknya memahami tentang hal ini. Penundaan memandikan bayi yang baru
lahir, merupakan tindakan medis yang justru akan menyelamatkan jiwa raga si
bayi, serta akan membawa kebaikan baginya.
Memandikan bayi yang baru lahir seolah menjadi prosedur
tetap, karena bayi dianggap kotor lantaran berlumur darah, lendir, mkonium
(kotoran bayi, berwarna hitam kental), dan air ketuban.apalagi jika kulit bayi
juga diselimuti lemak berwarna putih (vernix casiosa) yang tampak
menjijikkan sehingga harus dibersihkan dengan kapas yang yang telah diberi
minyak asli dari kelapa. Tuntutan serupa juga kadang datang dari pihak
keluarga. Terutama kaum muslim yang biasanya ingin segera mengumandangkan adzan
di telinga bayi, untuk itu bayi harus berada dalam keadaan suci dari beragam
kotoran, dalam hal ini memandikan bayi adalah identik denganritual wudhu. Padahal
sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya hal ini sangat berbahaya bagi si
bayi.
Semoga tulisasn singkat ini bermanfaat, terimakasih.
______________________________________________
Sumber: Mustava Wijayakusuma, Mukjizat Air Putih Untuk
Kesehatan Dan Kecantikan, Cet I, (Yogyakarta: DATAMEDIA, 2009), p. 54-56.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar