Sabtu, 29 Mei 2010

Pentingnya Filsafat Pendidikan

Filsafat Pendidikan, terdiri dari dua kata pokok; Filsafat dan Pendidikan. Ilmu Pendidikan merupakan derivasi Ilmu Filsafat sehingga keduanya mempunyai korelasi kuat. Filsafat sebagai induk dari seluruh ilmu pengetahuan mempunyai pengaruh yang besar dalam mengembangkan logika fikir manusia, karena filsafat pada dasarnya adalah sebuah proses mempelajari aktivitas manusia, bahkan filsafat adalah aktivitas pikir itu sendiri. Pada prinsipnya pendidikan adalah usaha memanusiakan manusia, sebab hanya dengan pendidikan manusia dapat menemukan jati diri kemanusiaannya , dan dalam arti umum mencakup segala usaha dan perbuatan dari generasi tua untuk mengalihkan keterampilannya serta kecakapannya kepada generasi muda sehingga pendidikan mutlak dibutuhkan manusia untuk mentransfer segala macam ilmu yang dibutuhkan dalam kehidupannya, pendidikan memiliki objek dan prolematika tersendiri yang terpisah dari cabang ilmu lainnya sehingga ia membutuhkan aktivitas berfikir agat objek dan prolematika yang dibahas dan diselesaikan tepat sasaran, yang mana ilmu tersebut dikemas dalam Filsafat Pendidikan. Berikut akan kami sajikan mengenai Pentingnya Filsafat Pendidikan.
Pentingnya filsafat pendidikan mencakup menfaat dan fungsi dari filsafat pendidikan itu sendiri, yang mencakup dua hal penting, yaitu:
I. Analisa filsafat dalam masalah pendidikan
Masalah kependidikan mempunyai ruang lingkup luas yang menyangkut seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia. Diantara permasalahan kependidikan tersebut terdapat masalah yang sederhana yang menyangkut praktek dan permasalahan sehari-hari, tetapi banyak pula diantaranya yang menyangkut masalah yang bersifat mendasar dan mendalam sehingga memerlukan bantuan ilmu-ilmu lain dalam memecahkan permasalahannya. Bahkan pendidikan juga menghadapi persoalan-persoalan yang tidak mungkin dijawab dengan menggunakan analisa ilmiah semata-mata, tetapi memerlukan analisa dan pemikiran yang mendalam, yaitu analisa filsafat.
Sebagai contoh, berikut akan dikemukakan beberapa masalah pendidikan yang memerlukan analisa filsafat dalam memahami dan memecahkannya, antara lain:
1. Masalah kependidikan pertama dan yang mendasar adalah tentang apa hakikat pendidikan itu.
2. Apakah pendidikan itu berguna untuk membina kepribadian manusia.
3. Apakah sebenarnya tujuan pendidikan itu.
4. Siapakah hakikatnya yang bertanggung jawab terhadap pendidikan itu, dan sampai dimana tanggung jawab tersebut.
5. Apakah hakikat pribadi manusia itu.
6. Apakah hakikat masyarakat itu, dan bagaimana kedudukan individu dalam masyarakat, independen ataukah dependen.
7. Apakah isi kurikulum yang relevan dengan pendidikan yang ideal.
8. Bagaimana metode pendidikan yang efektif untuk mencapai tujuan pendidikan yang ideal.
9. Bagaimana asas penyelenggaraan pendidikan yang baik. Sentralisasi, desentralisasi, ataukah otonomi.
Permasalahan atau problematika dalam pemecahannya memerlukan usaha-usaha pemikiran yang mendalam dan sistematis, atau analisa filsafat. Analisa filsafat menggunakan berbagai macam pendekatan yang sesuai dengan permasalahannya, diantaranya:
1. Pendekatan secara spekulatif atau reflektif, ; memikirkan, mempertimbangkan, membayangkan dan menggambarkan sesuatu obyek untuk mencari hakikat sebenarnya.
2. Pendekatan normatif, artinya; berusaha memahami nilai-nilai yang berlaku dan bagaimana hubungannya dengan pendidikan.
3. Pendekatan analisa konsep, artinya; memahami konsep dari para ahli pendidikan, para pendidik dan orang-orang yang menaruh perhatian atau minat terhadap pendidikan, tentang berbagai masalah yang berhubungan dengan pendidikan.
4. Analisa ilmiah terhadap realitas kehidupan kontemporer aktual, yang sasarannya adalah masalah-masalah kependidikan aktual dan menjadi problem masa kini.

II. Filsafat dan teori pendidikan
Filsafat dan teori pendidikan mempunyai hubungan fungsional, yaitu:
1. Filsafat, dalam arti analisa filsafat adalah merupakan salah satu cara yang digunakan para ahli pendidikan dalam memecahkab problematika pendidikan dan menyusun teori-teori pendidikan.
2. Filsafat, memberikan arah agar teori pendidikan yang telah dikembangkan oleh para ahlinya berdasarkan dan menurut pandangan aliran filsafat tertentu, mempunyai relevansi dengan kehidupan nyata.
3. Filsafat, termasuk juga filsafat pendidikan mempunyai fungsi untuk memberikan petunuk dan arah dalam pengembangan teori-teori pendidikan menjadi ilmu pendidikan atau paedagogik.

Hubungan suplementer:
Filsafat pendidikan sebagai suatu lapangan studi mengarahkan pusat perhatiannya dan memusatkan kegiatannya pada dua fungsi tugas normatif, yaitu:
a. Kegiatan merumuskan dasar-dasar, dan tujuan-tujuan pendidikan, konsep tentang sifat hakikat manusia, serta konsepsi hakikat dan segi-segi pendidikan serta isi moral pendidikan.
b. Kegiatan merumuskan sistem atau teori pendidikan yang meliputi politik pendidikan, kepemimpinan pendidikan atau organisasi pendidikan, metodologi pendidikan dan pengajaran, termasuk pola-pola akulturasi dan peranan pendidikan dalam pembangunan masyarakat dan negara.

Tidak ada komentar: