Minggu, 18 Maret 2012

Pengakuan Cendekiawan Barat Tentang Islam

Pengakuan Cendekiawan Barat Tentang Islam
Ribuan, bahkan ratusan ribu cendekiawan Barat yang mengagumi ajaran Islam sekaligus mengakuinya sebagai ajaran yang rasional.Sebagian diantara mereka setelah mempelajarai Islam (Al-Qur`an - Hadits) danmembanding-bandingkannyadengan agama lain, menyatakan diri memeluk Islam. Benarlah firman Allah SWT: “ Dan orang-orang yang berilmu (dari ahli kitab) mengetahui apa-apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu adalah benar dan menunjukkan kejalanTuhan Yang Maha Perkasa dan MahaTerpuji.” (QS. Saba: 6).
Lalu apa pendapat mereka tentang Islam? Berikut kami cuplikan pendapat beberapa cendekiawan Barat tentang Islam:
1. Vera Micheles Dean mengatakan dalam bukunya, The Nature of The Non Western World, bahwa Islam meliputi empat unsur:
a) Islam is religion (Islam adalah agama)
b) Islam is political system (Islam adalah sistimpolitik)
c) Islam is way of life (Islam adalah falsafah hidup)
d) Islam is interpretation of history (Islam adalah interprestasi sejarah)

2. Gustav Libonmengatakan dengan jujur peranan Islam dalam memajukan pola berpikir manusia, antara lain ia katakan: “sesungguhnya filsuf Arab dan kaum Muslimin adalah yang pertama-pertama mengajarkan bagaimana kemerdekaan berpikir sesuai dengan kelurusan beragama.” Ia juga tidak segan-segan mengakui: “pengaruh peradaban kaum Muslimin di Barat kuat sekali, terutama dibidang ilmu, sastra, dan budi pekerti. Para sejarawan ilmu modern Eropa mengakui sendiri hal ini, bahwa jika tidak karena Islam, sudahtentukejuanEropaakanmundurbeberapatahunlamanya, hanya Allah sajalah yang tahu.”

3. De Slane Mac Gokein (1810-1879), penyusun indeks program ketimuran yang disimpan di perpustakaan Nasional Paris, berkomentar dalam terjemahan Mukaddimah Ibnu Khaldun berbahasa perancis: “Sesungguhnya bangsa Arab merupakan suatu umat yang memiliki keistimewaan dalam banyak sifat, ia mempunyai agama Islam yang lengkap dan paripurna.”


4. George Starton, seorang dosen Universitas Hardvard berkomentar: ‘Sesungguhnya Islam merupakan tatanan agama yang paling tepat dan paling indah.”
5. Prof. Dr. Wilfred Canthwell mengatakan dalam bukunya, Islam in Modern History, bahwa: “That Islam as religion is relevant to all aspect of life and society (sebagai suatu agama, Islam cocok untuk semua aspek kehidupan masyarakat).”

6. Monsieur Siffer de Saise (1750-1838), pakar ketimuran yang mendirikan Persatuan Asia-Perancis menulis dalam bukunya, Al-Hayat, mengatakan: “saya tidak dapat melukiskan dengan kata-kata yang lebih tepat selain menyatakan bahwa Islam itu sesuatu yang paripurna dan berpenangkal.”


7. Dr. Ritten, seorang orientalis dan sejarawan besar berkebangsaan Spanyol, berkomentar tentang Islam: “Agama Muhammad sudah meyakinkan sejak saat-saat kelahirannya dan dalam kehidupan Nabi itu juga, bahwa ajarannya bersifat universal. Jadi, sesuai dengan segala bangsa dan dengan sendirinya dapat dicerna semua akal di semua ilklim dan cuaca.

8. Prof. Dr. H.A.R. Gibb, mengatakan bahwa: “Islam is indeed more than a system of theology; it is a complete civilization (Islam itu sesungguhnya lebih dari suatu sistim agama saja, melainkan juga suatu peradaban yang lengkap).”

9. Lusin Juva, seorang orintalis terkenal berpendapat: “Islam sesuai benar dengan kemajuan zaman kita sekarang ini. Bahwa kemajuan yang terlihat di Negara-negara Islam sejak abad yang lalu membuktikan, bahwa Islam berjalan seiring dengan kemajuan dan akan senantiasa ada untuk selama-lamanya.”

10. Leodourch, seorang orientalis Barat berkebangsaan Jerman berkomentar: “Sesungguhnya Islam itu agama kemanusiaan yang alami, ekonomis, dansekaligus moralis. Tidak pernah saya menyebut sesuatu dari positif law, melainkan saya juga mengemukakan undang-undang tentang hal itu didalamnya. Saya juga menemukan di dalamnya dua “obat penawar” yang sedang dicari-cari dunia:
a) Terdapat dalam kitab Al-Qur`an, yakni kalimat: sesungguhnya orang-orang Mukmin itu adalah saudara. (QS. Al-Hujurot: 10).
b) Kewajiban mengeluarkan zakat oleh mereka yang mampu untuk diberikan kepada orang-orang miskin, sebagai suatu hak yang bisa diambil dengan paksa jika si kaya tidak mau mengeluarkannya dengan ikhlas. Ini bisa menyelesaikan anarsisme.

Seiring berjalannya waktu maka semakin jelaslah bukti kebenaran ajaran agama Islam, banyak bukti-bukti ilmiah yang terungkap dari alam semesta yang seakan ikut berbicara mengakui kebenaran ajaran Islam. Semakin banyak pula para cendekiawan dan orang-orang cerdas lainnya diluar Islam yang sadar akan kebenaran Islam sebagai agama yang di ridhoi Allah bagi alam semesta, maka begitu bodoh bagi mereka yang keluar dari ajaran agama ini. Keindahan Islam akan benar-benar terasa ketiaka semua syari`at (perintah-NYA) dilakukan dengan sepenuh hati, dengan ikhlas hanya mengharapkan ridho Ilahi.

__________________
Sumber: Syamsul Rijal Hamid, Buku Pintar Agama Islam, Cetakan keempat, (Bogor: Cahaya Salam, 2010), p.30-33.

Tidak ada komentar: